e-Conference of Sanata Dharma University, 

Font Size: 
MODEL PEMBELAJARAN VCT KAJIAN PEREMPUAN SIKEP DAN HAM UNTUK PENGUATAN NILAI KEARIFAN
Novi Triana Habsari, Khoirul Huda

Last modified: 2019-02-01

Abstract


Perlakuan sentimen minoritas dan penindasan fisik dan non-fisik semakin menguatkan ketidakberdayaannya di ruang sosial, dan akan menerima stigma yang justru membuatnya berada pada posisi sub-altern. Transformasi pengubahan paradigma tentang perempuan dalam ruang sosial dan HAM harus dapat diterjemahkan sebaik-baiknya. Bukan untuk menyudutkan mereka, tetapi lebih kepada penguatan nilai keberagaman gender untuk generasi sekarang pada konteks pembelajaran di lembaga pendidikan. Tujuannya adalah bukan untuk mempertegas bentuk pelanggarannya, melainkan sebagai internalisasi nilai-nilai kepekaan dalam menanggapi isu-isu global HAM yang kaitannya dengan stigma dan peran perempuan yang semakin luntur terutama pada kelompok minoritas yang salah satunya adalah ruang sosial perempuan Sikep. Dalam pelaksanaan pembelajaran, konsep untuk mengurai internalisasi kepekaan nilai tersebut dengan memanfaatkan pendekatan VCT (value clarification technique) yang mengutamakan pembelajaran inkulkasi yang mempunyai paradigma tidak langsung mengindoktrinasi pada wacana tertentu, yang tersaji dengan menekankan aspek analisa kritis pada studi kepustakaan (library research). Pendekatan VCT akan berproses pada enam langkah pelaksanaan, yaitu (1). Pengenalan wacana yang menjadi isu-isu global perempuan Sikep konteks HAM, (2). Sajian stimulus, (3). Memberikan kesempatan mengambil keputusan, (4). Klarifikasi hasil keputusan, (5). Pembahasan, dan (6) penyimpulan.

DOI: doi.org/10.24071/snfkip.2018.23


Keywords


perempuan Sikep, VCT, nilai kearifan

Full Text: PDF (219-228)