e-Conference of Sanata Dharma University, 

Font Size: 
STRATEGI LAYANAN DASAR BERBASIS LOCAL WISDOM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN CRITICAL THINKING SISWA DI ERA REVOLUSI 4.0
Bayu Selo Aji, Muhammad Alfarizqi Nizamuddin Ghiffari, Cucu Kurniasih

Last modified: 2019-02-01

Abstract


Tujuan penulisan artikel ini adalah sebagai referensi strategi layanan dasar berbasis local wisdom untuk meningkatkan critical thinking siswa di era revolusi 4.0. Era revolusi 4.0 memberikan dampak positif berupa revolusi digital. Disatu sisi juga memberikan dampak negatif, seperti persaingan pekerjaan yang semakin ketat. Bukan hanya persaingan kompetensi antar manusia, namun persaingan dengan mesin, komputer, serta robot. Contohnya Artificial Inteligence (AI), selain bermanfaat sebagai salah satu alat yang memudahkan pekerjaan manusia, namun juga dikhawatirkan menggantikan pekerjaan manusia. Oleh karena itu, manusia dituntut untuk memiliki berbagai macam keterampilan, salah satunya adalah critical thinking. Critical thinking sendiri berbeda dengan berpikir biasa, terdapat proses analisis mendalam, logis, serta memerlukan pelatihan agar dapat berkembang. Ada berbagai cara untuk meningkatkan critical thinking, salah satunya dengan memanfaatkan local wisdom. Local wisdom atau kearifan lokal, memiliki banyak nilai pembelajaran didalamnya seperti halnya permainan tradisional cublak-cublak suweng, dakon dan lain sebagainya. Implementasi local wisdom tersebut dapat dilakukan dalam layanan dasar yang merupakan proses pemberian bantuan kepada seluruh peserta didik untuk mengoptimalkan potensi dan kemampuan mereka. Layanan dasar dilakukan dengan cara bermain permainan tradisional atau pengenalan budaya, lalu memaknai maksud permainan atau budaya tersebut. Dengan demikian, melalui layanan dasar tersebut diharapkan critical thinking siswa dapat berkembang secara optimal.

DOI: doi.org/10.24071/snfkip.2018.05


Keywords


core curriculum, local wisdom, critical thinking

Full Text: PDF (34-43)