Last modified: 2025-10-16
Abstract
Perubahan iklim terjadi bukan hanya salah satu sistem yang berubah, melainkan keseluruhan antara ekosistem alam dengan manusia sebagai penggunanya. Sebagai pengguna dan penikmat hasil alam, manusia memiliki pilihan dalam penggunaan hasil sumber daya alam. Baik itu penggunaan dengan sifat eksploitatif ataupun penggunaan berdasarkan kebermanfaatan yang keberlanjutan.
Kesadaran relasi manusia dengan alam perlu muncul pada manusia secara kolektif. Gerakan dalam melindungi alam sudah banyak dilakukan dengan mengkampanyekan efek perubahan iklim yang terjadi. Gerakan yang cukup terkenal di dunia yaitu Chipko movement yaitu gerakan perempuan-perempuan di Uttarakhand, India sekitar tahun 1973.
Dalam makalah ini, tujuan penelitian penulis berfokus pada bagaimana pembentukan ulang kesadaran manusia di Indonesia terhadap alam dan perubahan iklim sebagai suatu upaya awal pencegahan dampak dari perubahan iklim. Maka dari itu, penelitian ini mencoba menelusuri dan menjawab (1)bagaimana konsep hubungan manusia dan alam pada masyarakat Indonesia? (2)bagaimana upaya masyarakat Indonesia dalam mencegah dampak perubahan iklim yang dapat mengganggu ketahanan pangan?(3)bagaimana upaya pembentukan kesadaran secara kolektif pada masyarakat Indonesia dalam hubungannya dengan alam?
Metode dalam penulisan ini menggunakan metode penelitian deskriptif melalui pendekatan literatur yang lebih dalam mengkaji secara historis dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran manusia yang muncul dan digerakan secara kolektif dapat memberikan dampak terhadap mitigasi perubahan iklim di Indonesia.