Font Size:
DIMENSI EKOLOGIS PENGETAHUAN LOKAL KEBENCANAAN DI SULAWESI TENGAH PADA BENCANA ALAM 28 SEPTEMBER 2018
Last modified: 2025-08-25
Abstract
Bencana alam yang melanda Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 di wilayah Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong menegaskan pentingnya pengetahuan lokal dalam mitigasi bencana. Melalui pendekatan sejarah lingkungan, tulisan ini mengeksplorasi bagaimana tradisi lisan seperti Tutura dan Kayori, mitos-mitos lokal, perilaku hewan, dan toponimi menjadi alat masyarakat untuk memahami dan merespons ancaman bencana. Tradisi ini mendokumentasikan memori kolektif dan menyediakan kerangka peringatan dini yang diwariskan lintas generasi. Namun, modernisasi dan perubahan sosial telah mengikis kearifan lokal ini, terutama di perkotaan. Oleh karena itu, revitalisasi dan integrasi pengetahuan lokal ke dalam strategi mitigasi modern diperlukan untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh, dengan menggabungkan wawasan tradisional dan ilmu pengetahuan modern dalam kerangka manajemen bencana yang berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini adalah sinergi antara kearifan lokal dan pendekatan ilmiah menjadi kunci untuk menciptakan sistem mitigasi bencana yang holistik, adaptif, dan berkelanjutan di masa depan
Keywords
bencana alam, dimensi ekologis, pengetahuan lokal, sulawesi tengah
Full Text:
PDF (10-20)