e-Conference of Sanata Dharma University, 

Font Size: 
NEKRO-EKONOMI: MENAFSIR KEPUNAHAN, MENSIASATI MASA DEPAN
Wilhelmus F. Ninu Runesi

Last modified: 2025-10-16

Abstract


Semasa ini, kita hidup dalam zaman yang dikenal sebagai era kematian dan kepunahan (the age of death and extiction) yang berpusat pada tindakan akumulasi kapitalis yang terlihat seperti bentuk perlawanan terhadap/tetapi juga sekaligus hasil dari sikap arogansi antroposentrisme. Artikel ini bertujuan untuk menggugat logika pembangunan yang dibangun oleh elit lokal maupun global melalui kebijakan ekonomi politik yang justru menimbulkan ancaman kepunahan terhadap aneka ragam hayati dan manusia. Dengan menggunalan metode kualitatif atau studi pustaka terhadap konsep Nekro-ekonomi sebagai titik berangkat untuk membongkar tindakan akumulasi keuntungan yang dibungkus dalam narasi besar pembangunan, penulis menemukan bahwa globalisasi yang disebut sebagai penghilangan batas antara ruang dan waktu menimbulkan ancaman serius terhadap kelangsungan bumi dan manusia. Sehari-hari ini kita melihat pemberitaan mengenai pengrusakan alam, kekerasan, intimidasi, bahkan pembunuhan terjadi diseluruh seantero Nusantara. Ditinggkat global, kita lihat bagaimana senjata biologis dan nuklir diciptakan dengan tujuan nyata pengurangan populasi manusia. Ancaman kepunahan hayat hidup manusia serta aneka ragam hayati bukan lagi sebuah wacana melainkan kenyataan yang sedang kita jalani. Semua didesain agar terlihat sebagai peristiwa alamiah, walau momen-momen observasi materialis ini hanyalah sebentuk litani yang dinyanyikan dalam agenda besar ekonomi dan teknologi

Keywords


antroposentrisme, kepunahan, nekro-ekonomi, pembangunan

Full Text: PDF (500-514)