Last modified: 2025-10-14
Abstract
Meskipun reformasi telah membawa perubahan besar dalam sistem kenegaraan dan pemerintahan, ternyata telah membawa Indonesia pada krisis iklim yang tidak berkesudahan. Kepentingan sesaat yang menguras sumber daya alam diadu secara vis-à-vis dengan peraturan yang melarangnya. Di satu sisi, sumber daya alam penting untuk digunakan sebagai instrument kemandirian bangsa. Di sisi lain menjadi sumber dari bencana yang kemudian hari dirasakan oleh rakyat Indonesia. Kesadaran etik dan pendidikan lingkungan perlu diwacanakan dalam berbagai sektor kehidupan bangsa, dengan harapan dapat mengurangi krisis iklim yang terjadi demi kelestarian alam dan iklim yang normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengarusutamakan nilai-nilai kesadaran dan pendidikan lingkungan yang beretika bagi pemangku kebijakan, sektor swasta, dan masyarakat Indonesia. Penelitian ini adalah studi pustaka dengan metode deskriptif-analitis. Data diambil dari sumber hukum terpercaya seperti peraturan perundangan, berita, jurnal ilmiah, artikel publik. Studi ini akan mengkaji hal tersebut dengan pendekatan etik Immanuel Kant yang menekankan pada moral baik sebagai kewajiban tanpa motif. Kemudian dielaborasi dengan paradigma pendidikan tertindas oleh Paulo Freire yang menekankan pada pendidikan terbaik harus diberikan kepada siapa saja demi menggapai kebaikan tertinggi. Kedua konsep tersebut akan menjadi dasar dalam mewacanakan kesadaran etik dan pendidikan lingkungan yang bersinambungan guna menghadirkan generasi yang peduli akan lingkungan.