Font Size:
MENGINTEGRASIKAN KEBERLANJUTAN DAN SPIRITUALITAS: GEREJA MARIA ASSUMPTA KLATEN SEBAGAI MODEL ARSITEKTUR BERKELANJUTAN DALAM KONTEKS SDG
Last modified: 2025-10-17
Abstract
Penelitian ini menganalisis peran arsitektur Gereja Paroki Maria Assumpta (GMA), Klaten, dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Goal 11 dan 13. Studi kasus ini menyoroti bagaimana desain dan fungsi bangunan gereja memengaruhi kesejahteraan sosial dan lingkungan. Dengan desain yang kaya simbol kultural dan religius, arsitektur GMA dinilai mendorong inklusivitas, kohesi sosial, dan resonansi budaya. Penelitian ini juga mengeksplorasi potensi replikasi praktik arsitektur berkelanjutan serupa pada bangunan ibadah lainnya. Melalui analisis kualitatif dan wawancara pengguna gereja dan warga sekitar non-pengguna, penelitian ini menjaring persepsi tentang dampak sosial dan ekologis dari arsitektur GMA.
Keywords
Arsitektur religius; ekologi sosial; Gereja Maria Assumpta (GMA); inklusivitas; keberlanjutan; kohesi sosial; Sustainable Development Goals
Full Text:
PDF (630-642)